5 Tips dan Cara Merawat Kopling Mobil Agar Lebih Awet

Kondisi kopling mobil Anda ternyata berpotensi mengalami aus walau waktu penggantiannya masih lama. Umumnya, usia kopling sendiri dapat bertahan hingga pemakaian 20 ribu – 50 ribu kilometer. Bahkan, banyak orang menyarankan untuk melakukan servis jika mobil telah melaju sejauh 10 ribu kilometer.

Supaya kondisinya tetap prima hingga usia maksimal, Anda harus tahu cara merawat kopling yang benar. Jika tidak diberikan perhatian serius, bisa-bisa tenaga mobil untuk melaju jadi lemah. Sewaktu-waktu kopling pun bisa slip sehingga menyebabkan mobil jadi mogok. Ayo, perhatikan caranya di bawah ini!

#1: Masalah Umum pada Kopling

Sebelum mengetahui cara merawat kopling, Anda sebaiknya perlu tahu lebih dalam apa saja masalah yang sering melandanya. Hal pertama ialah slip sehingga mobil menjadi kurang tenaga. Hal yang paling parah akibat masalah ini, tenaga dari mesin mobil tidak tersalur hingga bahan bakar menjadi boros.

Masalah kedua yang kerap terjadi pada akibat rusaknya koping ialah tuas gigi tak bisa dipindahkan. Kerusakan yang menyebabkan masalah ini ialah jebol karena pelat kopling dan mesin yang tak dapat terpisah, kabel kopling putus, dan silinder kopling yang bocor.

Sulitnya menggerakkan tuas transmisi pun bisa disebabkan karena kopling yang lengket dengan mesin. Penyebab umum dari lengketnya kedua bagian tersebut adalah karena sistem kopling yang kemasukan lumppur atau air.

#2: Jangan Lakukan Ini Pada Kopling!

Cara merawat kopling dapat dimulai dari cara Anda berkendara. Jika ingin merawat kopling hingga dapat digunakan dalam kurun waktu lama, jangan pernah lakukan hal-hal ini saat berkendara:

  • Saat tengah berhenti di jalan menanjak, jangan menahan kopling pada posisi setengah. Lebih baik Anda menggunakan rem tangan untuk menahan posisi mobil. Hal ini dapat membuat pelat dan sistem kopling panas hingga bisa terbakar.
  • Saat tengah berkendara, jangan pernah menaruh kaki di atas pedal kopling. Kadang, orang tidak sadar melakukan hal ini, padahal akibatnya bisa membuat pelat kopling serta release bearing jadi aus. Walau pedal tertekan hanya sedikit, namun hal tersebut berulang terjadi, potensi aus pun semakin cepat terjadi.
  • Jangan terburu-buru saat menginjak serta melepas pedal kopling. Hal ini ternyata berpengaruh pada sentuhan pelat dengan flywheel sehingga kopling cepat aus. Bagian torsion damper pada kopling pun bisa rusak.

#3: Gunakanlah Kopling dengan Benar

Saat Anda berkendara dan akan memindahkan transmisi, injaklah pedal kopling dengan penuh dan sempurna. Setelah itu, barulah pindahkan tuas transmisi yang sesuai. Tahap selanjutnya, lepaskan injakan Anda pada pedal transmisi perlahan dilanjutkan dengan menginjak pedal gas.

Lakukan seluruh proses dengan halus dan tidak terburu-buru. Jika Anda melakukan hal tersebut maka pelat serta flywheel tidak dapat terpisah secara sempurna. Tuas transmisi pun jadi susah untuk dipindahkan.

#4: Cara Merawat Kopling Mobil Manual & Matic

Pada mobil dengan transmisi manual, kopling harus ditekan dan dilepas ketika akan memasukkan gigi. Sementara itu pada mobil matic, kopling berpindah secara otomatis sehingga tidak memiliki wujud fisik. Kedua jenis mobil tersebut memiliki cara perawatan kopling yang berbeda yaitu sebagai berikut:

Mobil Manual

  1. Saat akan melajukan mobil, pastikan bahwa gigi yang dimasukkan ialah yang terendah yaitu gigi 1. Jika Anda memulai dari gigi 2 atau di atasnya, kopling akan bekerja lebih berat sehingga menyebabkan potensi aus.
  2. Usahakan untuk selalu memasukkan gigi netral ketika tengah berhenti di lampu merah atau berhenti di pinggir jalan sebentar.

 Mobil Matic

  1. Gunakan oli transmisi yang berkualitas. Pastikan pula tanki oli transmisi tersebut tidak kurang atau habis.
  2. Ganti oli transmisi secara berkala saat sudah mencapai kilometer 25 ribu hingga 50 ribu.
  3. Gunakan gigi sesuai dengan peruntukannya. Tiap huruf memiliki kegunaan, yaitu D untuk maju, R untuk mundur, N untuk posisi netral, dan P saat mobil dalam keadaan terparkir.

#5: Bila Kopling Bau Terbakar

Tidak merawat dan memerhatikan kopling, akan membuatnya aus. Jika sudah mentok, kopling sewaktu-waktu bisa mengeluarkan aroma seperti benda yang terbakar. Bila Anda mengalami hal ini ketika tengah berkendara, ada baiknya anda tepikan mobil untuk sementara demi keamanan Anda.

Bau ini berasal dari kamplas kopling yang gosong karena panas bergesekan dengan pressure plate. Dengan menepi sementara, Anda menunggu kampas kopling kembali ke temperatur normal agar bisa berfungsi dengan normal kembali.

sumber :https://otospector.co.id/tips-dan-cara-merawat-kopling-mobil/